Bahaya Kecanduan Alkohol Bagi Tubuh

Bahaya Kecanduan Alkohol Bagi Tubuh

Bahaya Kecanduan Alkohol Bagi Tubuh – Minuman beralkohol dalam porsi wajar Minuman seperti Wine berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya terlalu banyak, karena jika berlebihan bisa berbahaya. Prinsip yang sama juga berlaku untuk minuman keras dan minuman beralkohol. Apa sebenarnya bahaya alkohol bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan?

 

Bahaya Kecanduan Alkohol Bagi Tubuh

Bahaya Kecanduan Alkohol Bagi Tubuh

 

londoncocktailscholars – Tunggu dulu, alkohol bisa memberikan efek menenangkan. Namun, alkohol juga bisa membuat ketagihan. Kecanduan dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental Anda di masa depan. Di bawah ini adalah bahaya yang disembunyikan oleh pecandu alkohol.

1. Kerusakan jantung

Konsumsi alkohol berlebihan dapat melemahkan otot jantung. Hal ini mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.

Alkohol dapat menyebabkan kardiomiopati, yang ditandai dengan sesak napas, detak jantung tidak teratur (aritmia), kelelahan, dan batuk terus-menerus. Selain itu, alkohol dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

2. Peradangan pankreas (pankreatitis)

Terlalu banyak alkohol dalam tubuh menyebabkan penumpukan enzim di pankreas. Penumpukan enzim berlebih di pankreas ini pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan atau kondisi yang disebut pankreatitis.

Pankreatitis akut biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti sakit perut, mual, muntah, peningkatan denyut jantung, diare, dan demam. Jika hal ini tidak ditanggulangi dan kebiasaan minum alkohol tidak dihentikan, tidak menutup kemungkinan nyawa Anda terancam.

3. Merusak otak

Alkohol dapat menyebabkan kerusakan otak dengan memperlambat distribusi informasi antar saraf. Selain itu, kandungan etanol yang terkandung dalam konsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan kerusakan yang ditargetkan pada berbagaiotak.

Akibatnya, Anda akan mengalami berbagai gejala, seperti perubahan perilaku dan suasana hati, kecemasan, kehilangan ingatan, bahkan kejang. Faktanya, orang yang kecanduan alkohol bisa mengalami berbagai komplikasi terkait masalah otak, termasuk halusinasi.

4. Infeksi paru-paru

Jika Anda kecanduan alkohol, sistem kekebalan tubuh Anda mungkin melemah secara perlahan. Akibatnya, beberapa organ tubuh, termasuk paru-paru, kesulitan melawan bakteri dan virus patogen.

Oleh karena itu, pecandu alkohol (alkoholisme) lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan seperti TBC dan pneumonia.

5. Kerusakan Hati

Hati menyaring racun dan produk limbah yang tidak terpakai agar tidak menumpuk di dalam tubuh. Namun konsumsi alkohol berlebihan dapat memperlambat fungsi hati dan menyebabkan masalah hati.

Sekitar satu dari tiga kasus transplantasi hati di Amerika Serikat dimulai dengan penyakit hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, sirosis hati akibat konsumsi alkohol berlebihan merupakan penyebab kematian nomor 12 di Amerika pada tahun 2009.

6. Kerusakan ginjal

Efek diuretik alkohol dapat meningkatkan jumlah urin yang diproduksi tubuh. Akibatnya, ginjal kesulitan mengatur aliran urin dan cairan tubuh, termasuk distribusi ion natrium, kalium, dan klorida ke seluruh tubuh.

Kondisi ini dapat mengubah keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan menyebabkan dehidrasi.

7. Gangguan Kecemasan

Mengonsumsi minuman beralkohol dapat menjadi pelarian yang membantu seseorang merasa lebih nyaman. Sayangnya, efek ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Seperti yang telah disebutkan, efek relaksasi yang terjadi setelah minum alkohol cepat hilang.

Akibatnya, dia akan terus bergantung pada alkohol untuk menutupi ketakutannya, meningkatkan toleransi alkoholnya dan memaksanya minum lebih banyak untuk mengalami efek yang sama. Namun, tanpa disadari, efek mabuk justru memperburuk gejala kecemasan Anda.

8. Muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Kecanduan alkohol dapat menyebabkan seseorang berperilaku impulsif sehingga berujung pada tindakan berbahaya seperti melukai diri sendiri bahkan bunuh diri.

Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan juga dapat menyebabkan psikosis, yaitu penyakit mental kronis di mana penderitanya tidak dapat membedakan antara halusinasi dan kenyataan.

Orang yang menderita psikosis sering kali percaya bahwa mereka berada dalam situasi berbahaya. Hal ini biasanya terjadi ketika pecandu tiba-tiba berhenti minum alkohol.

 

Bahaya Kecanduan Alkohol

 

9. Potensi kanker

Menurut National Cancer Institute, mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker kepala dan otak, kanker tenggorokan , antara lain kanker rongga mulut, faring serta laring dan juga kanker esofagus, yang utama yaitu karsinoma sel skuamosa esofagus.

Orang yang kekurangan enzim yang membantu metabolisme alkohol diketahui memiliki peningkatan risiko karsinoma sel skuamosa esofagus yang signifikan ketika mereka mengonsumsi alkohol.

Risiko kanker lainnya termasuk kanker hati, kanker usus besar, dan kanker payudara. Sejumlah penelitian secara konsisten menemukan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita dengan konsumsi alkohol lebih tinggi.

Wanita yang minum alkohol setiap hari memiliki risiko 5-9% lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak minum alkohol sama sekali.

10. Gangguan Kehamilan dan Kelahiran

Ibu hamil yang mengonsumsi alkohol berisiko menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorder (FASD) pada janin atau sindrom alkohol janin (FAS).

Kondisi ini melibatkan gangguan pertumbuhan janin, gangguan sistem saraf pusat, dan kelainan bentuk wajah. Tak sedikit juga anak yang menderita cacat lahir dan gangguan intelektual seperti gangguan bicara dan gangguan lain akibat konsumsi alkohol selama kehamilan.

Alkohol dapat meningkatkan konsentrasi hepcidin pada ibu hamil dan janin. Peningkatan akumulasi zat besi di hati janin dapat mempengaruhi proses lain seperti pembentukan sel darah.

Seorang pecandu alkohol cenderung tidak memprioritaskan pola makan. Pola makan yang buruk ini menyebabkan kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin B12, yang dapat menyebabkan anemia.

Mencegah Bahaya Kecanduan Alkohol

Tidak mudah menghentikan kebiasaan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, apalagi jika Anda sangat bergantung pada konsumsinya. Namun, tentu saja, akan lebih baik jika Anda mencoba mengurangi atau mengatasi kecanduan alkohol Anda sebelum kerugian menimpa Anda.

Anda dapat mencari bantuan dari psikolog atau psikiater untuk mengatasi kondisi Anda. Beberapa perawatan yang ditawarkan mungkin termasuk konseling individu, terapi perilaku kognitif, dan detoksifikasi untuk membersihkan zat-zat dalam alkohol dari tubuh. Jika perlu, Anda mungkin juga akan diberikan obat seperti disulfiram atau naltrexone, yang dapat membantu mengurangi keinginan untuk minum alkohol.

Jika alkohol mempengaruhi kesehatan fisik Anda, Anda harus segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Dalam pemilihan pengobatan untuk orang yang kecanduan alkohol bergantung pada tingkat keparahannya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi Anda dan berkonsultasi ke dokter.